Darker Daenerys Targaryen


Game of Thrones sudah berakhir 2 bulan yang lalu. Berakhir dengan akhir yang pahit, puitis, tapi sulit untuk dicerna. Sulit dicerna bukan karena kerumitan jalan cerita. Tetapi, karena banyak momen-momen yang membuat kening berkerut dan berpikir, kenapa hal sekonyol ini dapat terjadi kepada Game of Thrones.

Banyak juga yang protes karena season 8 benar-benar kontradiktif dengan sumber aslinya, novel mahakarya George RR Martin. Meskipun adaptasi, banyak yang merasa season terakhir kehilangan sentuhan sumber aslinya. Tidak seperti enam season pertama yang punya pegangan plot di novel, dua season terakhir sudah tidak punya keistimewaan itu. Ceritanya benar-benar berasal dari kepala duo David Beniof dan Dan Weiss. Hal ini ternyata berbuah buruk bagi serial terbaik ini. Bukannya dipuji habis-habisan malah dicela habis-habisan.

Salah satu plot yang paling dikritik adalah mengenai akhir dari salah satu karakter terbaik buatan George, Daenerys Targaryen. Karakternya diperlihatkan menggila di episode 5 sebelum dibunuh oleh Jon Snow di episode selanjutnya. Ini adalah salah satu cara terburuk dalam mengakhiri cerita seorang karakter yang dibangun dengan sungguh-sungguh.

Banyak pro-kontra mengenai plot ini. Kebanyakan berpendapat kalau ini mengkhianati pembangunan karakter itu sendiri. Ada juga yang berpendapat kalau ini bukanlah penghancuran karakter tetapi sudah sesuai dengan karakternya sendiri karena tanda-tanda kegilaan itu sudah diperlihatkan di musim-musim sebelumnya. Kita hanya terpukau dengan kebaikannya saja dan menutupi koborokannya.

Bagaimana dengan di buku? Apakah Daenerys juga akan menggila seperti di series? Saya bukan peramal. Saya akan menjelaskan kalau karakter Daenerys akan lebih gelap. Tetapi segelap apa?

George menulis transformasi Daenerys ini di A Dance with Dragons. Ia membangun karakter Dany agar lebih gelap. Karakter ini perlu dalam perang Daenerys mendatang. Karakter ini akan melengkapi karakter Daenerys yang pada dasarnya lembut dan penyayang. Tetapi, karakter lembut itu takkan berguna dalan perang. Ia perlu lebih kejam dan George membuatnya seperti itu. Meskipun begitu, GRRM tidak lantas mengubah Dany dalam sekejap. Ia membutuhkan sepuluh chapter yang sangat rumit untuk membuat Darker Daenerys.

Daenerys memulai A Dance with Dragons sebagai ratu yang dipenuhi keragu-raguan. Ia akhirnya tahu kalau menaklukkan sebuah kota dan memerintah adalah dua hal yang berbeda. Dalam memerintah, ada banyak hal yang harus dipenuhi. Ada banyak tantangan. Sebaik apapun niat kita, pasti akan ada orang yang tidak setuju.

Itu terjadi pada Dany. Usahanya dalam memberantas perbudakan mengalami perlawanan. Ada sekelompok 'teroris' yang menamakan mereka Son of the Harpy menentang kebijakan Dany. Mereka membunuh beberapa budak. Kemudian mereka berani membunuh Unsulliednya Dany. Belum lagi kemudian para Wise Master Yunkai mengumpulkan pasukan untuk melawan Dany. Mereka mengepung Meereen. Membuat kota itu terblokade dari pedagang yang hendak menawarkan barangnya.

Saran yang masuk ke telinga Dany pun beragam. Ada yang menyarankan untuk membantai seluruh great master di Meereen. Ada yang menyarankan kepada Dany untuk menggunakan cara diplomasi. Cara kedua inilah yang akhirnya dipakai oleh Dany.

Dany memulainya dengan mengumpulkan anak-anak great master di piramidanya. Ia menggunakan mereka sebagai tawanan sekaligus pelayannya. Ketika korban kembali jatuh, Dany bahkan menolak untuk mengeksekusi mereka. Ia mulai suka dengan mereka dan menyadari kalau seorang monster pun di masa anak-anaknya hanyalah anak-anak biasa.

Daenerys juga belajar 'adaptasi' dengan budaya Ghis. Ia yang dibesarkan di free cities yang merupakan putri-putri Valyria tentu saja merasa asing dengan budaya Ghis. Tetapi, Dany mulai memakai Tokar , pakaian khas bangsawan Ghis, mulai makan daging anjing, yang dianggapnya makanan orang barbar, dan mulai belajar aksen Ghis.

Ketika Drogon membunuh seorang anak perempuan, Hazzea Dany langsung mengurung dua naganya yang lain. Meskipun ini benar-benar menghancurkannya. Sejak kematian Drogo, ini adalah titik terendahnya, ia kehilangan anak-anaknya. Rhaegal dan Viserion dikurung. Drogon entah kemana. Tetapi, apapun itu, rakyatnya harus diutamakan. Kejadian Drogon dan anak perempuan ini benar-benar menghantuinya. If they are monsters, I am the mother of monsters.


Kemudian, ia pun menikahi Hizhdar setelah lelaki ini memenuhi janjinya memberikan kedamaian bagi Dany. Hizhdar membawa kedamaian bagi Dany tetapi ia malah merasa kalah. Banyaj hal yang tidak didapatkan dengan perundingan. Ia harus mengorbankan 'idealisme'nya untuk perdamaian tersebut.

Ini salah satu isi pikiran Dany setelah ia mendapatkan 'perdamaiannya'.

I hate this, thought Daenerys Targaryen. How did this happen, that I am drinking and smiling with men I’d sooner flay? … This is peace, she told herself. This is what I wanted, what I worked for, this is why I married Hizdahr. So why does it taste so much like defeat? (A Dance with Dragons - Daenerys VIII)

Dany sebenarnya tidak percaya pada siapapun. Dia hanya percaya pada dirinya sendiri. Tapi, tetap saja ia coba percaya pada Hizhdar. Meskipun begitu, ia masih mempersiapkan diri jika kepercayaannya dikhianati.

“…If Hizdahr’s peace should break, I want to be ready. I do not trust the slavers. ” I do not trust my husband. “They will turn on us at the first sign of weakness.” (A Dance with Dragons - Daenerys IX)

Kemudian perdamaiannya pun kembali mengecewakan Dany seperti di bawah ini.

They have opened a slave market within sight of my walls!”

“Outside our walls, sweet queen. That was a condition of the peace, that Yunkai would be free to trade in slaves as before,
unmolested.”

Ia juga tidak bisa membebaskan seluruh budak dan ini kembali mengecewakannya.

"…Yunkai will trade in slaves, Meereen will not, this is what we have agreed. Endure this for a little while longer, and it shall
pass.”

Lawan-lawanya juga menganggapnya menjadi lemah dan tidak perlu lagi ditakuti. Mereka berani menghinanya di depan matanya.

"…All of the entertainers were slaves. That had been part of the peace, that slave owners be allowed the right to bring their chattels into Meereen without fear of having them freed. In return the Yunkai’i had promised to respect the rights and liberties of the former slaves that Dany had freed. A fair bargain, Hizdahr said, but the taste it left in the queen’s mouth was foul. She drank another cup of wine to wash it out. (ADWD DANY VIII)

Ini salah satu pembicaraan Dany dengan Hizhdar dan menggambarkan sekali kalau Daenerys sangat kecewa dengan perdamaian semu ini. Meskipun ini merupakan peningkatan, tetap saja ini mengecewakan baginya.

“Those bearers were slaves before I came. I made them free. Yet that palanquin is no lighter.”

“True,” said Hizdahr, “but those men are paid to bear its weight now. Before you came, that man who fell would have an overseer standing over him, stripping the skin off his back with a whip. Instead he is being given aid.”

It was true. A Brazen Beast in a boar mask had offered the litter bearer a skin of water. “I suppose I must be thankful for small victories,” the queen said.

“One step, then the next, and soon we shall be running. Together we shall make a new Meereen.” (ADWD DANY IX)

Ini adalah ketika Dany hendak menonton pertarungan di 'koloseum'. Ia merasa kalau ini terlalu kejam dan tidak berperikemanusiaan. Orang-orang rela saling membunuh hanya untuk diingat. Ini adalah salah satu kekecewaan terbesar Dany. Meskipun apa bedanya dengan perang sungguhan? Mungkin inilah salah satu kenapa bangsa Valyria kuno ingin menguasai bangsa Ghis. Mereka menganggap kebudayaan Ghis barbar. Pemikiran itu masih dimiliki Dany, bahkan setelah ratusan tahun dan puluhan generasi.

…“Six-and-ten,” Hizdahr insisted. “A man grown, who freely chose to risk his life for gold and glory. No children die today in Daznak’s, as my gentle queen in her wisdom has decreed.”

Another small victory. Perhaps I cannot make my people good, she told herself, but I should at least try to make them a little less bad. (ADWD DANY IX)

Ini satu lagi ketika dua orang kurcaci (Tyrion dan Penny) hendak dilaga dengan singa. Mereka hanya menggunakan pedang kayu sebagai senjata.

“You swore to me that the fighters would be grown men who had freely consented to risk their lives for gold and honor. These dwarfs did not consent to battle lions with wooden swords. You will stop it. Now.”

The king’s mouth tightened. For a heartbeat Dany thought she saw a flash of anger in those placid eyes. “As you command.” (ADWD DANY IX)

Kesabaaran Dany pun akhirnya habis. Hal itu setelah ia menyaksikan kematian seorang petarung perempuan yang mati diterkam beruang. Ia langsung melepas tokarnya, simbolisme kalau ia menolak semua budaya Meereen.

The boar buried his snout in Barsena’s belly and began rooting out her entrails. The smell was more than the queen could stand. The heat, the flies, the shouts from the crowd … I cannot breathe. She lifted her veil and let it flutter away. She took her tokar off as well. The pearls rattled softly against one another as she unwound the silk.

“Khaleesi?” Irri asked. “What are you doing?”

“Taking off my floppy ears.” (DANY IX)

Saat itulah naganya, Drogon kembali. Ia pun lupa dengan segala usaha perdamaiannya. Instingnya sekarang adalah insting seorang ibu yang menyelamatkan anak-anaknya.

As he began to feed, he made no distinction between Barsena and the boar. “Oh, gods,” moaned Reznak, “he’s eating her!”

…“Kill it,” Hizdahr zo Loraq shouted to the other spearmen. “Kill the beast!” Ser Barristan held her tightly. “Look away, Your Grace.”

“Let me go!” Dany twisted from his grasp. The world seemed to slow as she cleared the parapet. When she landed in the pit she lost a sandal. (DANY IX)

Ia pun semakin jauh dari Meereen. Semakin jauh hingga ia akhirnya mulai melupakan semuanya. Daenerys yang lama sudah hancur. Berganti dengan Daenerys yang baru.

Her home was back in Meereen, with her husband and her lover. That was where she belonged, surely…

…On Drogon’s back she felt whole. Up in the sky the woes of this world could not touch her. How could she abandon that? It was time, though. A girl might spend her life at play, but she was a woman grown, a queen, a wife, a mother to thousands. Her children had need of her. (DANY X)

Ia juga lupa pada gadis yang memulai usahanya membawa kedamaian bagi Meereen. Simbolisme yang keren dari GRRM. Halus tetapi bukan asal tulis.

“Drogon killed a little girl. Her name was … her name …” Dany could not recall the child’s name. That made her so sad that she would have cried if all her tears had not been burned away. “I will never have a little girl. I was the Mother of Dragons.”

Pada saat ini lah ia dapat bisikan setan. Viserys, Quaithe, kemudian Jorah membisikinya. Ia sudah lelah dan ia mengakuinya.

“It is such a long way,” she complained. “I was tired, Jorah. I was weary of war. I wanted to rest, to laugh, to plant trees and see them grow. I am only a young girl.” (DANY X)

Hingga akhirnya transformasi itu pun sempurna. Dany siap untuk menghadapi perang segila apapun. Ia akan siap ketika harus membantai musuh-musuhnya. Ia takkan melakukan pendekatan damai lagi. Ia susah tahu harganya dan itu terlalu mahal buatnya. Ia akhirnya kalah dengan DNA keluarganya. Targaryen, yang menyukai perang dalam menyelesaikan masalah.

No. You are the blood of the dragon. The whispering was growing fainter, as if Ser Jorah were falling farther behind. Dragons plant no trees. Remember that. Remember who you are, what you were made to be. Remember your words.

“Fire and Blood,” Daenerys told the swaying grass. (DANY X)

Dany sudah berubah menjadi semakin dark. Tetapi, apakah pembantaian King's Landing akan terjadi juga? Bisa ya bisa tidak.

Ya, dengan alasan berikut. Dany kecewa dengan Westerosi. Ia membayangkan Westeros adalah tempat yang lebih baik dibandingkan dengan Essos. Tetapi tidak, King's Landing lebih barbar dibandingkan Essos. King's Landing ternyata adalah kota terkutuk. Kota dosa. Dan menurutnya, ia perlu 'memperbaharui' King's Landing dan 'membebaskan' mereka.

Tidak, dengan alasan berikut. Tidak ada pembantaian tetapi, pertarungan. Second Dance of Dragons. Yaitu pertarungannya dengan Aegon. Penyebab perangnya sangat banyak dan bisa dibahas di post lainnya. Yang pasti King's Landing akan jatuh. Welcome to the cruel World, Dark Queen.


Belum ada Komentar untuk "Darker Daenerys Targaryen"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel