10 Karakter Game of Thrones yang Disia-siakan DnD

Game of Thrones. Serial terbaik sepanjang masa. Hingga badai super menerjang di ujung perjalanan. Cerita panjang ini berakhir dengan ending yang mengecewakan. Mungkin bagi sebagian ini mengecewakan karena kematian tokoh favorit mereka. Sebagian merasa ini mengecewakan karena yang berhasil menjadi raja atau ratu adalah karakter yang 'tidak pantas' untuk itu. Tetapi, kebanyakan kecewa karena plotnya benar-benar hampa, terlalu cepat, dan penuh dengan kejanggalan.

Selain plot yang rusak, karakternya juga banyak yang rusak. Berikut karakter-karakter tersebut:

10. Golden Company


Oke ini bukan karakter major. Tetapi, ayolah baik bagi pembaca novel ataupun tidak kita sudah berekspektasi kalau GC akan bertarung dengan wah, glamor , dan keren. Reputasi sebagai prajurit bayaran terbaik di dunia hancur begitu saja letika season 8 tayang. Pasukan ini cuma diperlihatkan berbaris di depan gerbang King's Landing untuk dihancurkan oleh naga.

Oh shit, Golden Company yang keren itu tiba-tiba jadi sampah dan aib terbesar dalam sejarah Game of Thrones. Satu ayunan pedang pun tak terlihat dari pasukan termahal ini. What a waste of character. Don't ask me to tell you about the book, please.

9. Naga


Naga adalah salah satu alasan kenapa kita harus memuji kerja keras tim spesial efeknya. Tapi, pembunuhan dua naga benar-benar konyol dan penuh dengan momen-momen lucu. Naga pertama dibunuh dengan cara yang kelewat konyol. Misi ke utara the wall, meyakinkan Cersei, the Wall-Dragonstone 5 menit. Dragonstone-beyond the Wall 5 menit. Naga dengan gampangnya melewati the Wall dst. It's just insane and out of my mind.

Naga kedua mati labih tolol lagi. Panah scorpion tembus leher naga? Oh come on. That is stupid. Okelah senjata bisa tembus kulit naga karena naganya masih muda. Tapi tembus ujung ke ujung? It's weird men!

Kemudian satu naga sisa diperlihatkan overpowered. Naga dapat meledakkan dinding dst. Itu naga atau roket om? Naga bisa melelehkan dinding tapi meledakkan dinding? Akhh it's distressful.

8. Dothraki


Selain Spoils of War, karakter Dothrali benar-benar rusak. Baik sebelum kematian Dany maulun respons mereka atas kematian Dany. Dothraki juga akhirnya punya kekuatan super. Kagebunsin no Jutsu. Kemudian mereka diam saja saat Khaleesi mereka di bunuh. Mereka itu bloodrider bukan Dothraki kacangan. Ya sudahlah.

Sebenarnya, sejak awal penggambaran Dothraki sudah berbeda dengan di sumber aslinya. Di buku, Dothraki memakai lonceng di kepalanya. Di tv series itu dihapuskan. Kemudian, khalasarnya Daenerys hilang begitu saja.

7. Sand Snake


Sebenarnya Sand Snake di buku memiliki potensi bahaya yang sangat besar. Terutama Tyene Sand. Tyene Sand di buku digambarkan sebagai innocent killer yang bisa saja bercinta denganmu sekaligus membunuhmu secara perlahan. Kemampuan racunnya dinampakkan sedikit. Tetapi, ia digambarkan sebagai bad pussy!

Kemudian plot Dorne dibongkar habis oleh DnD. Ekspektasi tinggi terhadap season 5 hancur begitu saja ketika kita mendapati Dorne benar-benar hancur. Terutama Sand Snake. Terutama Tyene. Dia yang paling tidak akurat penggambarannya. I love Rosabel, Jessica, and Keisha but dude I want the real Sand Snake.

6. Jaime Lannister


Setiap pembaca novel dan sebagian penonton series sepakat kalau transformasi Jaime adalah yang paling drastis. Di episode pertama, ia adalah sister-fucker who didn't give a shit to the people. Kemudian , setelah serangkaian kejadian ia berubah menjadi orang yang lebih baik dan peduli. Kemudian terjadilah episode dimana ia kembali lagi ke karakternya di episode pertama. What a waste of character development.

5. White Walker


White Walker adalah villain pertama yang diperkenalkan. Ancaman besar ini sudah diperkenalkan sejak di prolog episode pertama. Mereka sempat menyajikan White Walker yang keren di Hardhome. Tetapi, penampilan keren ini akhirnya berakhir dengan plot konyol yang perlu ditertawakan. Tidak ada penjelasan kenapa mereka menyerang Westeros dan Night King dibunuh oleh bocah kemaren sore. Bayangan perang besar-besaran ternyata berakhir dalam satu malam.

4. Varys dan Littlefinger


Dua katakter yang menjadi biang keladi Permainan Takhta. Keduanya berakhir dengan meh. Varys, karakter paling licin di Game of Thrones kedapatan melakukan pengkhianatan secara terbuka. Oiya, little birdsnya Varys bisa ngomong ya sekarang. Padahal sepertinya Varys memotong lidah mereka semua.

Littlefinger juga sama aja. Ia terjebak di permainannya sendiri. Ia disidang tanpa bukti konkret selain visi seorang 3ER. Jadi, orang Westeros sekarang lebih percaya sihir dibandingkan realita. Akhir dari dua politikus dengan manuver gila ini pun berakhir karena ending yang kelewat konyol.

3. Tyrion


Tyrion season 7 dan 8 adalah versi Tyrion paling menyebalkan. Karakternya benar-benar berubah dari Tyrion yang cerdas dan bijak menjadi Tyrion yang goblok dan buta. Ia seumur hidupnya sudah mengenal Cersei. Ketika ia menjalani peran sebagai Hand maupun Master of Coin ia sudah tahu kalau berdiskusi dengan Cersei itu tidak ada gunanya. Kalau ia takut Dany mengeksekusi keluarganya, ia bisa langsung mengatakannya. Waktu itu, Dany belum punya alasan kuat untuk membunuh Cersei. Kalau mereka merebut King's Landing denfan cepat tanpa mengorbankan siapapun. Kemungkinan Dany mengampuni Cersei dan membiarkannya pulang ke Casterly Rock sangat besar. Tetapi, entah kenapa Tyrion benar-benar linglung. Karena itulah setiap ide yang keluar akhirnya tolol dan makin tolol.

Kemudian, di episode terakhir ia berpidato dengan sangat percaya diri. Padahal, isi pidatonya kosong. Dari dasar apa seorang raja diangkat berdasarkan bagus tidaknya ceritanya. Oh damn, Tyrion I miss the old you.

2. Daenerys


Daenerys memang sudah sejak awal berbeda dengan yang digambarkan oleh GRRM. Mulai dari penampilan, usia, dan latar belakang. Tetapi, Daenerys season 8 adalah perusakan secara keseluruhan karakter yang dilabeli salah satu karakter terbaik buatan GRRM. Kejatuhannya menuju kegilaan dibuat begitu saja. Tidak ada pembangunan karakter. Bagaimana tidak, Daenerys sudah mengalami banyak kepedihan hidup dan ia tetap tegar menghadapi itu semua. Ia kehilangan orang tuanya sedari lahir, ia kehilangan gelar, suami, anak, sahabat, dan pasukan. Tetapi, ia tetap mampu bangkit. Hingga petaka penghancuran karakter datang.

Sebenarnya mau plotnya Mad Queen, Mad Bitch ataupun Mad apapun itu, kalau diceritakan dengan baik gak akan ada yang protes. Tetapi, Dany versi DnD selalu digambarkan sebagai 'hero'. Kejatuhannya tanpa adanya tanda-tanda sebelumnya benar-benar absurd. Meskipun banyak yang menunjukkan tanda-tanda ia akan 'gila' sebelumnya. It's just foreshadowed. Itu semua tidak sesuai dengan konteks. Ini hanya sekadar penghancuran karakter.

1. Stannis


Inilah perusakan karakter terparah yang dilakukan oleh DnD. Karakternya benar-benar hancur lebur di tangan DnD. Stannis adalah karakter yang sangat bertanggung jawab. Meskipun ia tidak saling menyukai dengan kakaknya, Robert. Ia tetap menjalankan tugasnya sebagai adik yang baik. Ia mengabdi dengan sepenuh hati kepada Robert.

Ketika Robert meninggal tanpa pewaris syah, ia pun mengklaim takhta. Tetapi, itu bukan karena ia serakah dengan takhta. Tetapi, semata-mata karena itu adalah hal yang benar. Hanya karena itu. Ia dikhianati oleh banyak orang karena sifatnya yang lurus.

Ia adalah satu-satunya raja yang mau menolong utara ketika raja lainnya asyik berperang. Kemudian DnD membantai seluruh karakter baiknya entah untuk apa. Puncaknya adalah ketika mereka membuatnya membakar putri sendiri demi kekuaasaan. It's not the Real Stannis. Stannis takkan membakar putrinya sendiri. Meskipun banyak yang memprediksi kalau Shireen akan mengalami nasib yang sama. Itu pasti bukan karena Stannis tetapi Selyse yang sudah fanatik terhadap Melisandre. It's Stannis The Mannis man. And you killed his character.

Belum ada Komentar untuk "10 Karakter Game of Thrones yang Disia-siakan DnD"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel